Tidak yakin apakah anjing atau kucing Anda kelebihan berat badan? Anda tidak sendirian — banyak pemilik hewan peliharaan tidak menyadari tanda-tandanya hingga berat badan berlebih tersebut mulai memengaruhi kesehatan hewan peliharaan mereka. Namun, mendeteksi kenaikan berat badan sejak dini adalah kunci untuk mencegah masalah jangka panjang. Mulailah dengan melihat dan merasakan. Untuk anjing dan kucing dengan berat badan yang sehat, Anda seharusnya dapat merasakan tulang rusuk mereka dengan mudah (tetapi tidak melihatnya), melihat pinggang yang tegas saat dilihat dari atas, dan melihat sedikit perut yang terlipat saat dilihat dari samping. Jika hewan peliharaan Anda terlihat bulat, berjalan terhuyung-huyung, atau perutnya kendur — itu bisa menjadi tanda bahaya. Salah satu alat yang paling membantu adalah Penilaian Kondisi Tubuh (BCS) — skala 1–9 atau 1–5 yang digunakan oleh dokter hewan untuk mengevaluasi distribusi lemak. Skor 4–5 (pada skala 9 poin) adalah skor yang ideal. Jika hewan peliharaan Anda berada pada angka 6 atau lebih, itu dianggap kelebihan berat badan; 8–9 berarti obesitas. Anda dapat menemukan bagan yang mudah digunakan secara daring atau meminta dokter hewan untuk menunjukkan cara melakukan BCS di rumah. Tanda-tanda peringatan lainnya termasuk energi rendah, kesulitan merawat diri (terutama pada kucing), napas tersengal-sengal, dan kekakuan sendi. Hewan peliharaan yang kelebihan berat badan juga dapat lebih mudah kepanasan dan menjadi kurang suka bermain, yang sering kali menyebabkan pertambahan berat badan lebih banyak lagi. Tips untuk Menilai Berat Hewan Peliharaan Anda di Rumah: Geser tangan Anda di sepanjang tulang rusuknya — tulang rusuknya harus terasa seperti punggung tangan Anda. Lihat pinggangnya dari atas — pinggangnya harus melengkung ke dalam di belakang tulang rusuk. Timbang hewan peliharaan Anda setiap bulan menggunakan timbangan hewan peliharaan atau timbang diri Anda sendiri dengan dan tanpa timbangan. Ambil foto setiap beberapa minggu untuk melacak perubahan secara visual. Kesimpulan: Kesadaran Adalah Langkah Pertama Mengenali bahwa hewan peliharaan Anda kelebihan berat badan tidak selalu mudah — terutama jika kita terbiasa melihatnya setiap hari. Namun, dengan belajar mengenali tanda-tandanya dan memeriksa kondisi tubuhnya secara teratur, Anda akan diberdayakan untuk mengambil tindakan sejak dini. Berat badan yang sehat bukan tentang kesempurnaan — ini tentang membantu hewan peliharaan Anda hidup lebih lama dan lebih nyaman. Memberikan makanan terbaik yang adalah salah satu upaya untuk menjaga berat badan anabul agar tetap ideal. Nature Bridge Fresh Cat & Dog terbaru sudah dilengkapi 9 super food terbaik agar nutrisi dan kebutuhan anabul terpenuhi secara optimal. Kamu bisa mendapatkan Nature Bridge Fresh di Official E-commerce Nature Bridge Indonesia.
Sebagai Pawrent NBFriends pastinyakita selalu menganggap anabul kita seperti anak kita. Tentunya kita selalu ingin memenuhi kebutuhan anabul kita dan menjaga anabul kita tetap sehat. Namun tidak dapat dipungkiri, layaknya manusia, hewan peliharaan kita juga bisa sakit karena banyak hal. Beberapa diantaranya karena faktor cuaca, faktor alergi turunan, maupun karena sistem imun yang sedang turun. Itu mengapa kita sebagai Pawrent harus lebih sadar akan penyakit-penyakit yang umum terjadi pada anabul. Berikut di antararanya : Penyakit pada kucing 1. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) Kucing rentan terhadap infeksi virus dan bakteri yang dapat menyebabkan gejala seperti bersin, hidung berair, dan batuk. Pembersihan rutin dan vaksinasi dapat membantu mencegah ISPA. Perawatan simptomatik seperti memberikan cairan dan makanan lembut dapat membantu pemulihan. 2. Penyakit Gigi dan Gusi Penyakit gigi dan gusi umum pada kucing, terutama jika tidak diberikan perawatan gigi yang memadai. Pembersihan gigi secara rutin oleh dokter hewan dan memberikan makanan yang membantu membersihkan gigi dapat membantu mencegah penyakit ini. 3. Penyakit Ginjal Penyakit ginjal umum pada kucing yang lebih tua. Gejalanya termasuk muntah, diare, kehilangan nafsu makan, dan peningkatan konsumsi air. Diet khusus yang rendah protein dan tinggi air, serta pengelolaan cairan yang cermat, dapat membantu mengelola penyakit ginjal pada kucing. Penyakit pada Anjing 1. Demam Berdarah (Ehrlichiosis) Penyakit yang disebabkan oleh gigitan kutu yang terinfeksi bakteri Ehrlichia. Gejalanya termasuk demam, kehilangan nafsu makan, kelemahan, dan pembengkakan limpa. Pencegahan dengan memberikan perlindungan terhadap kutu dan pengobatan dengan antibiotik diperlukan untuk mengatasi penyakit ini. 2. Obesitas Anjing yang menderita obesitas rentan terhadap berbagai penyakit termasuk diabetes, penyakit jantung, dan masalah sendi. Pengelolaan berat badan melalui diet seimbang dan olahraga teratur penting untuk mencegah dan mengobati obesitas pada anjing. 3. Alergi Kulit Anjing dapat mengalami reaksi alergi terhadap makanan, serbuk sari, atau kutu. Gejala termasuk gatal, kemerahan, dan iritasi kulit. Identifikasi dan menghindari alergen serta penggunaan obat antihistamin atau steroid dapat membantu mengendalikan gejala. Tentu saja penyakit-penyakit di atas dapat di sembuhkan dengan penanganan yang tepat dari dokter hewan. Tidak hanya itu, kita sebagai Pawrent juga perlu menjaga pola hidup sehat anabul kita dan memberikan pakan yang bergizi baik bagi anabul. Salah satunya dengan mengonsumsi pakan dari NatureBridge. Selain kandungannya yang kaya akan protein hewani yang baik, formulasinya yang telah gluten free atau bebas dari tepung, lebih ramah pada pencernaan sensitif anabul. Namun jika Kamu bisa mendapatkan pakan NatureBridge for Daily Food di official e-commerce CP Petindo serta varian Veterinary Exclusive di klinik hewan di seluruh Indonesia. Dapatkan juga informasi seputar anabul di sosial media @naturebirdgeid!
Personalized medicine – care tailored to individual needs of patients – is rapidly gaining traction in human health care and veterinarians are embracing the concept as well. The Foundation has several studies in progress that could help veterinarians customize treatment and optimize care for cats. A core feature of personalized medicine is understanding a patient’s genetic makeup – their DNA. Without this information, it would be difficult, if not impossible, to deliver personalized care. Since 2006, we’ve funded 52 studies on all aspects of understanding the feline genetic code. Our studies fall into two basic categories: studies looking at genetic mutations associated with specific diseases and studies on determining the genetic sequence (code) of all the DNA present – almost 20,000 genes in our feline friends! Our researchers found a gene responsible for heart disease in Sphynx cats, a gene linked to the cartilage abnormalities seen in some breeds, and even a suggestion of a genetic link to diabetes. In addition, our researchers have made a huge contribution to decoding the complete genetic make-up of the cat – a massive feat of genetic wizardry! Current research includes work on learning more about how genetics influences a cat’s response to clopidogrel, a drug used to prevent deadly blood clots. Although the cat is finally catching up to the dog when it comes to genetic research, we still have a long way to go. But we’re confident that the secrets we’re unlocking now will make a big impact in the future for feline health. Source: https://www.morrisanimalfoundation.org/