Loading...
  • Home
  • About
  • Product
  • Testimonial
  • How To Buy
  • Pet Tips
  • Contact Us
ID
  • ID
  • EN
  • Home
  • About
  • Product
  • Testimonial
  • How To Buy
  • Pet Tips
  • Contact Us
ID
  • ID
  • EN
  • Pet Tips
  • Blog
  • Nature Bridge - Beauty Pet Beauty U in Indonesia International Pet Expo 2025
Ditayangkan: Jumat, 21 November 2025
0 seconds read

Nature Bridge - Beauty Pet Beauty U in Indonesia International Pet Expo 2025

FaLang translation system by Faboba

Relate Articles

  • Pet Tips | Dangerous Foods for Dogs and Cats – Don’t Swallow Them!

    Sebagai pemilik hewan peliharaan, kita tentu ingin membagikan apa yang kita makan kepada anjing atau kucing kesayangan. Tapi hati-hati — tidak semua makanan manusia aman untuk hewan peliharaan. Beberapa justru bisa sangat beracun dan berpotensi fatal. Berikut ini daftar makanan yang paling berbahaya untuk anjing dan kucing, lengkap dengan penjelasannya.   1. Cokelat Mengandung theobromine dan kafein yang bisa menyebabkan keracunan pada anjing dan kucing. Gejala: * Gelisah * Muntah * Detak jantung meningkat * Kejang Catatan: Semakin gelap cokelatnya, semakin tinggi toksisitasnya.   2. Bawang Merah dan Bawang Putih Mengandung zat yang dapat merusak sel darah merah, menyebabkan anemia. Termasuk: * Bawang bombay * Bawang merah/putih * Bawang goreng * Bubuk bawang (di snack atau makanan instan)   3. Anggur dan Kismis Bisa menyebabkan gagal ginjal akut pada anjing (dan juga berisiko untuk kucing). Gejala: * Muntah * Lemas * Tidak nafsu makan * Produksi urin berkurang   4. Tulang yang Sudah Dimasak Tulang matang mudah pecah dan bisa menyebabkan tersedak atau melukai saluran pencernaan. Alternatif:
Berikan tulang mentah khusus hewan (setelah berkonsultasi dengan dokter hewan) atau mainan kunyah yang aman.   5. Produk Susu Banyak hewan peliharaan tidak bisa mencerna laktosa, yang bisa menyebabkan diare dan masalah pencernaan lainnya. Catatan: Kucing dewasa bukan peminum susu secara alami. Hindari memberi susu sapi kecuali produk khusus hewan.   Alternatif Camilan Sehat: * Potongan wortel atau apel (tanpa biji) * Potongan daging matang tanpa bumbu * Treat khusus hewan dari toko hewan terpercaya * Yogurt tanpa gula & laktosa (dalam jumlah kecil, hanya jika cocok)   Kesimpulan Kadang niat baik bisa berujung bahaya jika kita tidak tahu apa yang aman untuk hewan peliharaan kita. Selalu cek dulu sebelum memberikan makanan dari meja makan ke anjing atau kucing kesayanganmu. Kalau mereka menunjukkan gejala aneh setelah makan sesuatu, segera hubungi dokter hewan.Maka dari itu, NatureBridge juga memiliki varian Veterinary Exclusive Wetfood dan juga Dry food yang bisa menjadi makanan pendamping anabul ketika anabul dalam masa pemulihan setelah sakit. NatureBridge Veterinary Exclusive dapat di dapatkan di klinik hewan terdekat setelah berkonsultasi dengan dokter hewan.

    Makanan yang Berbahaya untuk Anjing dan Kucing – Jangan Sampai Tertelan!

    Selengkapnya...

    Sep 23, 2025 2 minutes read
  • Not Available

    Sebagai Pawrent NBFriends pastinyakita selalu menganggap anabul kita seperti anak kita. Tentunya kita selalu ingin memenuhi kebutuhan anabul kita dan menjaga anabul kita tetap sehat. Namun tidak dapat dipungkiri, layaknya manusia, hewan peliharaan kita juga bisa sakit karena banyak hal. Beberapa diantaranya karena faktor cuaca, faktor alergi turunan, maupun karena sistem imun yang sedang turun. Itu mengapa kita sebagai Pawrent harus lebih sadar akan penyakit-penyakit yang umum terjadi pada anabul. Berikut di antararanya : Penyakit pada kucing 1. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) Kucing rentan terhadap infeksi virus dan bakteri yang dapat menyebabkan gejala seperti bersin, hidung berair, dan batuk. Pembersihan rutin dan vaksinasi dapat membantu mencegah ISPA. Perawatan simptomatik seperti memberikan cairan dan makanan lembut dapat membantu pemulihan. 2. Penyakit Gigi dan Gusi Penyakit gigi dan gusi umum pada kucing, terutama jika tidak diberikan perawatan gigi yang memadai. Pembersihan gigi secara rutin oleh dokter hewan dan memberikan makanan yang membantu membersihkan gigi dapat membantu mencegah penyakit ini. 3. Penyakit Ginjal Penyakit ginjal umum pada kucing yang lebih tua. Gejalanya termasuk muntah, diare, kehilangan nafsu makan, dan peningkatan konsumsi air. Diet khusus yang rendah protein dan tinggi air, serta pengelolaan cairan yang cermat, dapat membantu mengelola penyakit ginjal pada kucing. Penyakit pada Anjing 1. Demam Berdarah (Ehrlichiosis) Penyakit yang disebabkan oleh gigitan kutu yang terinfeksi bakteri Ehrlichia. Gejalanya termasuk demam, kehilangan nafsu makan, kelemahan, dan pembengkakan limpa. Pencegahan dengan memberikan perlindungan terhadap kutu dan pengobatan dengan antibiotik diperlukan untuk mengatasi penyakit ini. 2. ⁠Obesitas Anjing yang menderita obesitas rentan terhadap berbagai penyakit termasuk diabetes, penyakit jantung, dan masalah sendi. Pengelolaan berat badan melalui diet seimbang dan olahraga teratur penting untuk mencegah dan mengobati obesitas pada anjing. 3. Alergi Kulit Anjing dapat mengalami reaksi alergi terhadap makanan, serbuk sari, atau kutu. Gejala termasuk gatal, kemerahan, dan iritasi kulit. Identifikasi dan menghindari alergen serta penggunaan obat antihistamin atau steroid dapat membantu mengendalikan gejala. Tentu saja penyakit-penyakit di atas dapat di sembuhkan dengan penanganan yang tepat dari dokter hewan. Tidak hanya itu, kita sebagai Pawrent juga perlu menjaga pola hidup sehat anabul kita dan memberikan pakan yang bergizi baik bagi anabul. Salah satunya dengan mengonsumsi pakan dari NatureBridge. Selain kandungannya yang kaya akan protein hewani yang baik, formulasinya yang telah gluten free atau bebas dari tepung, lebih ramah pada pencernaan sensitif anabul. Namun jika Kamu bisa mendapatkan pakan NatureBridge for Daily Food di official e-commerce CP Petindo serta varian Veterinary Exclusive di klinik hewan di seluruh Indonesia. Dapatkan juga informasi seputar anabul di sosial media @naturebirdgeid!

    Penyakit Umum pada Kucing dan Anjing: Kenali Gejalanya dan Cara Mengatasi

    Selengkapnya...

    Sep 08, 2024 3 minutes read
  • Pet Tips | Berapa Banyak Anda Harus Memberi Makan Anjing atau Kucing Anda?

    Memberi makan hewan peliharaan Anda adalah salah satu cara paling mendasar untuk menunjukkan cinta — tetapi tahukah Anda bahwa sedikit makanan "ekstra" setiap hari dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang serius seiring berjalannya waktu? Banyak pemilik anjing dan kucing secara tidak sengaja memberi makan berlebihan karena mereka mengandalkan tebakan atau pemberian makanan gratis alih-alih kontrol porsi yang tepat.   Porsi ideal bergantung pada beberapa faktor utama: berat hewan peliharaan Anda, usia, ras, tingkat aktivitas, dan apakah mereka telah dikebiri atau disterilkan. Hewan peliharaan yang aktif dan anak anjing/anak kucing membutuhkan lebih banyak energi, sedangkan hewan peliharaan dalam ruangan atau yang lebih tua biasanya membutuhkan lebih sedikit kalori. Itulah sebabnya membaca panduan pemberian makan pada label makanan hewan peliharaan Anda adalah awal yang baik — tetapi itu seharusnya bukan satu-satunya pedoman.   Dokter hewan merekomendasikan untuk mengukur makanan menggunakan gelas ukur standar, bukan dengan mata atau naluri. Memberi makan dua kali sehari (daripada membiarkan makanan di luar sepanjang waktu) juga membantu mengatur metabolisme dan memudahkan untuk memantau asupan. Untuk camilan, ikuti "aturan 10%" — camilan tidak boleh lebih dari 10% dari total kalori harian hewan peliharaan Anda.   Tips untuk Kontrol Porsi Cerdas: Gunakan timbangan dapur untuk porsi yang tepat jika perlu (terutama untuk hewan peliharaan kecil). Patuhi jadwal pemberian makan yang konsisten — pagi dan sore. Ganti camilan berkalori tinggi dengan alternatif yang sehat (misalnya, wortel untuk anjing, daging kering beku untuk kucing). Periksa ulang berat badan hewan peliharaan Anda setiap 4–6 minggu dan sesuaikan porsinya. Mintalah rencana pemberian makan yang dipersonalisasi kepada dokter hewan jika Anda tidak yakin.   Kesimpulan: Lebih Sedikit Bisa Lebih Baik! Dalam hal kesehatan hewan peliharaan Anda, beberapa gram makanan dapat membuat perbedaan besar. Kontrol porsi adalah salah satu langkah paling sederhana dan paling efektif untuk menjaga berat badan yang sehat — dan itu sepenuhnya berada dalam kendali Anda. Dengan kebiasaan makan yang penuh perhatian, Anda menyiapkan anjing atau kucing Anda untuk kehidupan yang lebih panjang dan lebih bersemangat.

    Kontrol Porsi 101: Berapa Banyak Anda Harus Memberi Makan Anjing atau Kucing Anda?

    Selengkapnya...

    Jul 25, 2025 2 minutes read
Prev
Next

logo nb

Tetap terhubung untuk dapatkan berita terbaru.

instagram tiktok youTube

Tautan bermanfaat

  • Tentang kami
  • FAQ
  • Testimony
  • Tips
  • Hubungi kami
  • Syarat & Ketentuan

Terbaharui dan tetap terhubung

footer-2 footer-1
  • Kebijakan privasi
  • PT Sumber Hidup Satwa
Hak Cipta © 2026 Nature Bridge Indonesia